Sabtu, 23 Juli 2011

Nintendo, sang Dewa bagi si Baa-chan

Nintendo


Siapa yang gak kenal dengan Nintendo? Game yang satu ini sungguh menyenangkan, sampai- sampai bisa lupa waktu, sehingga dulu gua sampai lupa mandi, lupa makan, dll. Begitulah akibatnya kalo terus-terusan nge-game, kita bahkan jadi lupa segalanya. Hahaha. Masih ingat gak kalian dengan game Nintendo legendaries seperti Super Mario, Lode Runner, Chip and Dale, The Little Mermaid, Bomber Man, dll??

Main game ada untungnya juga ada ruginya. Untungnya, yang selama ini gua dapetin dari bermain game adalah melatih kepekaan, melatih problem solving, berpikir logis dan kreatif, dan yang paling berpengaruh adalah secara gak langsung kita bisa belajar bahasa Inggris. Selain melatih kemampuan berbahasa Inggris, game juga memberikan manfaat seperti melatih kepekaan, problem solving, dan menuntut berpikir logis. Contohnya Bomberman. Susah juga, loo kita harus mampu mengendalikan tokoh utama si bomber man untuk mangalahkan musuh-musuhnya, dan mencari pintu keluar di antara tumpukan batu yang tersembunyi di dalamnya. Game yang sarat dengan puzzle. Hahaha maksa gak ya??

Dan yang lebih mengejutkan gua adalah, di Jepang, Umeji Narisawa, seorang Baa-chan berumur 99 tahun ternyata masih mampu main video game Nintendo, bahkan dia bermain setiap hari. Gyahahahaa.. -___-

Game yang dimainkannya adalah Bomber Man dan hebatnya lagi dia berhasil mencapai 50 level yang ada di Bomber Man. Gua aja belum pernah di level 10.

Jangan lihat sisi negatifnya, tetapi dengan bermain game setiap hari akan membuat otak si nenek tetap terasah (supaya tidak pikun). Hebatnya lagi, umur 99 tahun ini bukan masalah untuk memasukkan benang ke lubang jarum. Hmm.. coba aja si nenek manfaatin sisa waktunya buat beribadah. Hahahaha SARA ya?

Liat nih, gambar dan video-nya…





Klik di sini untuk melihat video kocaknya: http://www.dailymotion.com/video/xk1b83_bombergran-jprobe_webcam#from=embediframe
(males ngaplod. hahaha)

Minggu, 29 Mei 2011

Sahabat, bukan film Arti Sahabat

"ilustrasi persahabatan antara Chie Satonaka dengan Yukiko Amagi dalam Persona 4."

Tiada mutiara sebening cinta..

Tiada sutera sehalus kasih sayang..

Tiada embun sebening ketulusan hati..

Dan tiada hubungan seindah persahabatan..

Sahabat, bukanlah matematika yang dapat di hitung nilainya

Sahabat, bukanlah ekonomi yang mengharapkan materi

Sahabat, bukanlah ppkn yang dituntut oleh undang-undang

Tetapi..

Sahabat adalah, Sejarah yang dapat di kenang sepanjang masa


Sebegitu pentingnyakah arti persahabatan menurut kita? Well, tanpa seorang sahabat pun, mungkin saja gua gak mungkin bisa berhasil melangkah sejauh ini.


Seringkali ada anggapan yang terlintas dipikiran gua, bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan hubungan pribadi, sepertinya persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.


Persahabatan adalah hadiah yang tak ternilai untuk kita, tanpa seorang sahabat, sepertinya dunia ini terasa bisu, tiada WARNA WARNI DALAM KEHIDUPAN. Tanpa mereka siapa lah kita?

Gua pun punya berbagai macam sahabat. Ada yang mengembirakan di hati, namun ada pula yang menyakitkan hati.. Ya, itu semua lumrah.

Dan pastinya, Gua bangga memiliki sahabat-sahabat yang benar-benar bergelar sahabat.





"Good friends are like stars.

You don't always see them, but you know they are always there."

-indianchild-

Rabu, 18 Mei 2011

Satu Lagi Film Motivasi Hidup

Gambar Coraline dengan "Emak" palsunya

Ada sebuah film animasi yang menurut gua bagus. Judulnya Coraline, film yang gua dapatkan dari hasil tukeran leptop dengan teteh gua. Film itu bercerita tentang seorang anak bernama Coraline yang tinggal di rumah baru yang berada di luar kota bersama orang tua yang super sibuk. Orang tua yang menurutnya sangat tidak ideal. Ayah ibunya seorang penulis yang sibuk, disiplin, mandiri dan terkesan cuek. Bahkan saking sibuknya, mereka pun harus berbagi tugas secara adil. Ayah yang memasak dan ibu membersihkan rumah. Menurut Coraline, itu sangat tidak lazim dan tidak menyenangkan baginya.

Cuplikan Film Coraline

Ia ingin sekali memiliki orang tua yang ideal. Menurutnya, orang tua ideal adalah orang tua yang selalu menuruti dan memenuhi semua keinginannya. Ibunya harus pandai memasak, ayahnya harus lucu dan selalu menyediakan waktu untuk bermain dengannya. Coraline juga ingin bermain dan berpetualang sepuasnya tanpa larangan dari mereka. Pokoknya dia ingin selalu bersenang-senang dan hidup bebas.

Sampai akhirnya pada suatu malam dia bermimpi. Bermimpi berada di rumah yang sangat mirip dengan rumahnya dan orang tua yang mirip dengan orang tuanya. Hanya saja, mereka bermata kancing. Bahkan semua penghuni rumah dan lingkungannya bermata kancing. Mereka menyebut diri mereka, “orang tua Coraline yang lain”. Ibu Coraline yang lain sangat lembut, baik, pandai memasak makanan yang lezat dan selalu membolehkan Coraline bermain dan bersenang-senang sepuasnya. Sementara ayah Coraline yang lain, pandai bermain piano, suka melucu, selalu mengajak Coraline bersenang-senang dan memenuhi semua keinginannya. Benar-benar orang tua ideal dan berbeda jauh dari orang tua Coraline yang asli.

Awalnya Coraline sangat bahagia bersama mereka. Dia ingin tinggal di sana selamanya. Tapi, keadaan berubah sejak dia tahu bahwa ada satu syarat yang harus dipenuhi jika dia ingin tinggal di sana. Yaitu, dia harus rela mencopot kedua matanya dan diganti dengan mata kancing! Mata yang serupa dengan orang tua Coraline yang lain. Tentu saja hal itu membuat Coraline sangat terkejut. Dia tidak ingin matanya diganti dengan mata kancing, apalagi harus dijahit dengan benang kasur yang sangat besar dan tajam. Itu sangat mengerikan!

Coraline berusaha menghindar dan ingin kembali ke rumahnya yang asli. Dia ingin pergi tidur dengan harapan begitu dia bangun, dia bisa kembali ke rumahnya dan bersama orang tuanya yang asli. Tapi, ternyata dia sama sekali tidak bisa tidur dan orang tua Coraline yang lain dan menurutnya ideal itu, berubah menjadi monster yang sangat mengerikan. Dia ingin mengganti mata Coraline dengan mata kancing dan menculik orang tua Coraline yang asli serta menyembunyikan mereka di dalam sebuah bola kristal mainan milik Coraline.

Akhirnya, pertempuran pun dimulai. Coraline harus berhasil menemukan 3 pasang mata anak-anak yang diculik dan diambil jiwanya oleh orang tua Coraline yang lain. Pertempuran berlangsung sangat seru dan menegangkan. Walaupun Coraline berhasil menemukan 3 pasang mata anak-anak tersebut, tapi masih ada satu masalah lagi. Yaitu, dia harus memusnahkan kunci yang menghubungkan antara pintu rumahnya yang asli, dengan pintu rumah impiannya dimana orang tua Coraline yang lain tinggal.

Akhirnya, dia berlari menuju ke sebuah sumur tua yang berada jauh dari rumahnya dan berusaha membuang kunci tersebut ke sumur setelah bertarung dengan tangan monster ibu palsunya. Usahanya berhasil setelah dia dibantu oleh temannya yang bernama Wybern. Ketika dia kembali ke rumahnya, ternyata mainan bola kristalnya pecah dan mengotori lantai. Saat itulah, Coraline terbangun dari tidurnya. Orang tua Coraline pulang dari berbelanja dan ketika mereka melihat mainan itu pecah, ibunya langsung mengomel dan menasihati Coraline agar tidak ceroboh lagi.

Tapi, walaupun Coraline dimarahi orang tuanya, dia sangat bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dan tinggal bersama orang tuanya yang asli. Dia tidak lagi berpikir untuk mencari orang tua yang lain lagi. Karena dia akhirnya sadar bahwa, walaupun mereka bukanlah orang tua ideal, tapi mereka tetaplah orang tua yang terbaik untuknya. Dan orang tuanya ternyata tidak seburuk yang ia duga selama ini. Mereka tetaplah orang tua yang sangat perhatian, meski mereka punya cara tersendiri dalam mengekspresikan perhatian mereka pada Coraline. Orang tua Coraline juga tidak bermaksud untuk bersikap kaku dan cuek, bahkan mereka sayang pada Coraline. Mereka hanya ingin Coraline menjadi anak yang mandiri dan disiplin meski kurang tepat penyampaiannya. Pada akhir film, orang tua Coraline pun akhirnya belajar dan berusaha untuk menjadi orang tua yang lebih baik dan menyenangkan. Dan Coraline sangat bahagia memiliki orang tuanya yang sekarang.

Hikmah dari cerita tersebut adalah, bahwa...
Orang tua kita mungkin tidak sesempurna yang kita impikan. Mereka mungkin tidak selalu memenuhi semua keinginan kita, tidak memberi kebebasan seperti yang kita harapkan, suka memberi perintah yang tidak kita inginkan, suka melarang kita melakukan hal-hal yang kita sukai, kaku, otoriter, pokoknya ngga ideal menurut kita. Tapi, mereka tetaplah orang tua yang terbaik yang diberikan Allah untuk kita.

Setelah gua renungkan lebih dalam dan gua pahami lebih jauh. Gua paham bahwa, seandainya orang tua gua bukanlah mereka, gua gak mungkin punya teteh, adek, temen, sahabat yang baik seperti mereka, dan mungkin hidup gua takkan sebaik yang gua jalani hari ini.

Karena akhirnya gua sadar bahwa, memiliki orang tua seperti mereka, mungkin merupakan salah satu cara Allah swt mendidik gua agar gua menjadi seorang yang lebih tangguh dalam menjalani kehidupan.



Give thanks to Allah for giving my parent like them, and I don’t wanna change them with other parent.

Senin, 04 April 2011

Dilema orang Nyambi

Ibaratnya, gua kuliah makan buku sebanyak ini. Hahaha

Usai sudah masa-masa tenang gua di rumah, untuk sekarang. Belum genap dua bulan, gua udah dapet panggilan kerja lagi. Hhahaha kayanya bakal ada suatu perjuangan besar, nih. Tugas kuliah yang sama sekali gak masuk akal, jadwal kerja yang benar-benar gak memungkinkan gua untuk istirahat yang cukup, dan bisnis asuransi gua yang masih labil, semuanya bakalan campur aduk kaya mi ayam baso. Mi ayam baso masih mending ada gurihnya, lah ini.. aseeeeemmmm.

Buat kalian yang kerja sambil kuliah, gimana ya caranya memanajemenkan waktu?? Susahnya bukan main. Masalahnya satu. Saya malas. Hahaha.

Sudah saatnya gua berubah. Memang, kalo mau gua keluarin asa penat gua waktu tes masuk kerja yang sama sekali gak masuk akal itu... dikerjain abis-abisan, dianggurin, sampe-sampe sim gua ikut raib di bawa polisi hwanjing bhabik di ASMI. Gila masbrooooooo, pen gua acak-acak andini rasanya ampe bersih.

◦<(●◊●)>◦

Sadar gak.. ada hal lain yang mendorong kita ni, mahasiswa melakukan kuliah sambil kerja yaitu nyari duit buat membiayai kuliah atau sekadar mencari tambahan biaya kuliah. Sebenarnya ada banyak alasan lain.

Pertama, keadaan ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan buat biayain kuliah anak-anaknya.

Kedua, ada sebagian orang tua kita yang pengen menanamkan jiwa kemandirian pada anaknya sejak dini atau setelah merasa bahwa anaknya sudah cukup dewasa. (hahaha kasian deh lo).

Ketiga, karena keinginan kita sendiri buat belajar mandiri atau paling nggak ngurangin beban yang harus ditanggung orang tua. (yoi mameeenn)

Untungnya, gua ikut kelas malam. Tapi, masalah bisa muncul buat kalian yang lagi shift siang. Pastinya, perkuliahan yang bisa diikuti yaitu kelas pagi aja, namun kita terpaksa harus ninggalin kelas maksimal pukul 13.30 WIB meski masih ada matkul yang diadakan di atas jam tersebut sehingga tidak menutup kemungknian ada matkul tertentu yang cuma dapat diikuti dua minggu sekali.

Meski sudah diadakan kelas shift, entah karena alasan kurang ruangan, kurang dosen atau karena kurang pengetahuan tentang jam kerja shift maka kelas shift belum sepenuhnya menjadi solusi yang terbaik, kan? Hayo dong, BSI kasih solusi terbaiknya. Hahahahaaa..

Seharusnya hal ini menjadi pertimbangan bagi lembaga pendidikan, (khususnya tempat gua kuliah niiiihhh..) yang menyediakan sistem kelas shift dalam penyusunan jadwal kuliah, sehingga memudahkan bagi kita-kita yang bekerja dengan sistem kerja shift.

Kembali lagi kepada hal yang menjadi kendala yaitu gak gampang bagi waktu antara kuliah, kerja, istirahat, dan urusan-urusan lain. Mungkin, hanya sedikit dari kita yang dapat me-manage waktunya dengan sangat baik sehingga sukses dalam kuliah dan karir. Tapi di samping sedikit orang hebat itu, banyak juga kan yang merasa kesulitan membagi waktunya sehingga harus memilih tetap melanjutkan kuliah atau mempertahankan pekerjaannya.

Yaahh, kuliah sambil kerja ternyata gak mudah dilakukan jika tidak didukung oleh jadwal kuliah yang dirancang sesuai dengan jam kerja. Di samping itu juga harus ada motivasi yang kuat dari dalam diri sendiri. Mudah-mudahan hal ini dapat menjadi perhatian para pengelola dan pembuat keputusan dari jadwal dan peraturan perkuliahan di universitas yang ada di negeri ini.

Sabtu, 02 April 2011

aku jauh, Kau pun jauh. aku dekat, Kau lebih mendekat.

Banyak hal yang memang jarang sadar, bahwa Allah sangat berarti di kehidupan kita. Tanpa bantuanNya, kita ini kecil, gak ada artinya, gak ada harganya sama sekali. Dan udah banyak hal yang gua lihat dengan mata, kepala gua sendiri, orang-orang yang kehidupannya jauh dari Allah, ya gak ada spesialnya sama sekali. Meskipun dia di beri begitu banyak kelimpahan harta, martabat, atau tek-tek-bengek segala macem, tetep aja menurut gua semua bakalan kerasa hampa.

Jujur, gua pun masih berasa gak nyangka gua bisa cukup dikatakan berhasil sampai sejauh ini. Bersyukur, lah seenggaknya. hhahahaha.. Tanpa bantuan do'a dari orang tua gua tercinta, do'a dan usaha gua pribadi, dukungan dan dorongan dari temen-temen gua yang perhatiannya luar biasa, gua gak akan pernah bisa sampai ke gua yang sekarang.

Memang terasa cukup berat menjalani semuanya. Orang lain kadang melihat keberhasilan seseorang tanpa melihat bagaimana perjuangan orang itu sampai benar-benar dikatakan berhasil. Banyak ujian, cobaan yang datang menghadang (hahaha udah kaya kera sakti). Gua tertarik dengan kata-katanya suaminya atasan gua di salah satu perusahaan asuransi, "Memang, kita hidup hanya sementara. Kita masih punya Allah. Memang Dia yang memegang takdir. Tapi Takdir itu kan ada dua, takdir yang gak bisa di ubah seperti kematian, kelahiran, dsb.. dan takdir yang bisa kita ubah seperti, belajar dalam ujian, mencari rezeki, dsb. Ingat, Allah tidak akan mengubah suatu seseorang sebelum dia mengubah dirinya sendiri dari keterpurukan."

Jadi semangat 45 banget gua dengernya.

Allah sayang sama kita. Sadarkah kita?
Sering kita lupa sama Dia. Kita hanya dekat jika ada maunya aja. Sempet gua ingin ngegoblokin orang yang menganut kejawen. Untuk apa itu? Tidakkah kalian lebih percaya dengan kehadiran Allah? Parah dah masih aja make kemenyan segala, apa baeeee.. mending tuh menyan lu makan lu telen biar napas lo wangi kembang 7 rupa.

Yang paling utama lagi adalah, Parents. Jangan sampai kita ikut-ikutan trend ala barat yang manggil ibu bapaknya dengan sebutan nama aslinya. widddiiih parah. Kita orang Timur yang Berbudaya, mass.. Hormati kedua orang tua kita. Harus kita sadari, parents are everything in my life.. Allah nomer satu, Orang tua selanjutnya. Oke, kawan??