Sabtu, 26 Maret 2011

Untuk sahabat, yang merasa sakit karena ditinggal sang pujaan hati.


Teringat masa-masa yang menurut gua kelam, masa-masa saat gua benar-benar dilanda asmara. Kasih gak nyampe-nyampe. Gkgkggk kasian banget yak gua hahahahaaa..

Ternyata di dunia ini yang mengalami nasib yang hampir sama dengan kisah cinta gua itu banyak juga ya? Tapi, gak sebegitu mirip juga. Mirip dikit, lah. Endingnya dia ditinggalkan sang kekasih. Kalo gua.. kekasih bukan.. keluarga juga bukan... hhahaha apa dong?

Pasti lah rasanya sakit banget. Tapi, lama-lama juga bakalan kebiasa kok. Memang berat untuk melupakan sang pujaan hati kita. Apalagi buat yang udah Terlanjur Cinta kaya lagunya Rossa. Beerrraaattt rasanya untuk melupakan, tapi sakit untuk diingat. Contohnya waktu gua inget saat gua janji untuk bertemu berdua di depan gedung juang, waktu berboncengan sepik nyari buku, padahal mah emang niat ketemuan aja tuh hahahahaha, nyari anti virus juga (dan termasuk ke dalam kategori sepik), makan baso di naga swalayan (hhahaha gamodal), makan baso lagi, janjian ketemuan pas bulan puasa buat minjemin anti virus, sampai.. gua pun ingat terakhir kali dia ngeremove dan ngeblock fb gua. BANGS*T!!!!

Kalo mengingat apa kata dosen gua niiihhh.. “Pacar itu, adalah seseorang yang numpang di hati. Kebetulan lewat, kebetulan cocok.” Waduh, ni dosen ngajakin ribut, yak? Hhahaha sebagian besar cowok sih pada ketawa waktu dengar celotehan sang dosen. Wanita? Ada juga sih yang ketawa. Yaaa.. semuanya ketawa deh. Tapi, kalo dipikir-pikir lagi ada benernya juga omongan dosen itu, kan?

Cinta emang bikin kita buta. Gua pun heran, mengapa sampai saat ini pun, kenangan-kenangan gua bersama Hermione gak pernah hengkang dari pikiran gua. Yang ada, nih, malah bikin kepala gua sakit. Pernah sih mencoba untuk melupakan dengan bermain hati. Tapi, yang ada malahan gua cari pelarian aja. Bikin orang lain sakit hati aja. Gua juga kesel banget, kenapa kenangan gua tentang hermione gak pernah hilang. Gua rasanya pengen cuci otak aja. Bikin puyeng kepala doang, sumpah.

Oke, blak blakan aja, gua tipe Melankolis yang Sempurna. Yang selalu memiliki jadwal, aturan, atau mungkin disebut Algoritma dalam perencanaan hidup. Sumpeee loooo??? Hahahahahaaa... becanda kok. Yang jelas, gua selalu terpaku pada si Hermione pada saat gua mencoba untuk mendekati gadis laen. Selalu membanding-bandingkan lah... atau ah, dia gak mirip hermione. Cukup, ya, meeennn... dunia gak selebar daun kelor. Memang dia yang terbaik, yang pernah nyantol di hati gua, tapi seharusnya pun... gua sadar, MUNGKIN masih ada gadis perfect lainnya... ah, jangan terlalu tinggi deh, nanti jatoh.. masih ada yang bisa meluluhkan hati sang Perfect Melancholic ini. Gua butuh Sanguinis yang populer. Hhahaha. Ini serius.

Intinya semua tergantung dari diri kita sendiri. Jangan terlalu bergantung, lah sama pacar. Takutnya kalo kejadiannya kaya gua, atau teman-teman gua yang lainnya niiihh, ntar lo jatohnya frustasi, trus bunuh diri, hhahahaha gak banget kan?

Utamakan prinsip. Lo juga harus merencanakan sesuatu dengan matang. Harus dibikin tuh algoritmanya langkah lo pacaran. Wkwkwkwk..

JANGAN KAYAK GUE YANG UDAH TERLANJUR FRUSTASSSSIII.. Tapi sekarang nggak kok.. tenang..

Jadi, buat sahabat gua yang gua sayangi dan bernasib MUNGKIN sama seperti kisah gua.. KEEP IN FLOW.. TETAP PADA ALIRAN.. NYANTAI APA ADANYA.. JANGAN PUSING..

Dan yang paling penting lagi adalah.. kembali ke Tuhan. Kita punya Allah. Dzat yang Maha Mengetahui Segalanya ini telah menentukan takdir. Cuma sekarang tugas kita adalah memperindah atau memperburuk jalan hidup yang kita punya itu. Janganlah sampai hidup kita yang pasti indah ini, tiba-tiba saja rusak dan hancur hanya karena ulah oknum yang amat tidak bertanggung jawab, yang seenaknya ngudek-ngudek hati kita. Dia bukan siapa-siapa kita, dan anggap saja hanya angin yang berlalu. Tidak ada kata telat, atau susah untuk berubah. Pasti BISA.

Gua pun bakal terus berusaha. hahahaha

Minggu, 06 Maret 2011

CONSCIOUS

Ingat 5 perkara, sebelum 5 Perkara..

Kutipan indah namun terdengar menggigit hati. Yah, kematian. Suatu kata yang tabu, namun layak diperbincangkan. Gak tau ya kenapa tiba-tiba gua milih topik yang ngebahas tentang kematian.

Kematian atau Ajal adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara permanen, baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti kecelakaan. Setelah kematian, tubuh mengalami pembusukan. makhluk hidup mengalami

Istilah lain yang sering digunakan adalah meninggal, wafat, tewas, atau mati.

EKSTREEEM banget ya. hahahaha

Kalo dalam Al Qur’an, Allah SWT berfirman,

“Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan.”, (QS. Al Waqiah: 40)

Gua jadi tersentak waktu tadi sempat ditawarkan jadi member suatu perusahaan asuransi jiwa. Kita diwajibkan bisa memberi kejelasan pentingnya memiliki tabungan berencana untuk pendidikan, atau kalo yang belum nikah kaya gua nih, buat kawin (hahahaha), untuk masa masa pensiun, dan lain lain. Soalnya kenapa? Karena, namanya manusia, kematian pasti akan dateng. Ya, memang, itu asuransi gak melulu ngebahas tentang kematian. Dia ngebahas sakit. Ya kalo misalnya kita sakit, butuh biaya besar sedangkan penghasilan kita Cuma cukup buat makan sama jajan jajan bocah. So, langkah yang paling baik dilakukan adalah mengikuti program asuransi jiwa syariah pru*12@@sillak. Hahaha

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan[319], mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)." Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan[320] sedikitpun?” (QS. An Nisa: 4)

Well, kita sebagai generasi muda bangsa, mungkin hanya segelintir orang yang inget sama yang namanya kematian. Tabu. Masih terlalu dini untuk bicarain masalah ini. Ya, itu pun sama dipikiran gua.

Gua kaget waktu ngeliat GRAFIK HIDUP MANUSIA yang Cuma setaiupil kalo dijabarkan. Kita, Hidup, Masa Muda, Mati. Heh?!

Masa muda ini yang masih gua pertanyakan. Apa bener, kita bakalan mati lama?

Kapan, sih kita inget Allah? Tuhan yang udah sangat baik ngasih kita nafas, ngasih kita hidup, ngasih kita bertriliyun rezeki, namun kita cenderung melepas. Sama, gua pun juga. Gua malu selama ini masih saja minta tolong sama Dia, tapi kadang untuk menjauhkan larangannya aja kayaknya susahnya minta ampun.

Boro-boro inget Allah. Yah, mungkin inget sih inget, tapi gak sampe masuk ke lubuk hati paling dalem. Hahaha. Malahan kita cenderung mikirin diri kita sendiri. Syukur-syukur orang tua kepikiran, yang ada kita mikirin soulmate yang ngga ngga. Hhe.

Gimmana yah, caranya bikin hati kita sadar kalau dunia ini hanya sementara. Gak kekal. Sadar sih sadar, tapi masih setengah sadar, bung! Hha..

Caranya adalah.. BACK TO THE FAITH.

Apa sih bagusnya kita kalo udah mati? Yang ada dimakanin cacing, isi perut keluar semua. Hilanglah semua kecantikan, kekayaan, dan keluarga. Padahal, waktu masa muda kita malah sengaja menghabiskan waktu dengan hal hal yang gak berguna.

Sedikit renungan nih, buat kita semua, terutama gua yang masih selalu cinta dunia,

1. Introspeksi diri

Introspeksi diri tuh artinya mengidentifikasi apa aja penyakit hati kita. Semua orang akan tahu apa sebenarnya penyakit qalbu (hati) yang dideritanya itu.

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q.S.Al-Hasyr 59 : 18)

2. Perbaikan Diri

Perbaikan diri dalam bahasa populer disebut taubat. Ini merupakan tindak lanjut dari introspeksi diri. Ketika melakukan introspeksi diri, kita akan menemukan kekurangan atau kelemahan diri kita. Nah, kekurangan-kekurangan tersebut harus kita perbaiki secara bertahap. Alangkah rugi kalau kita hanya pandai mengidentifikasi kelemahan diri tapi tidak memperbaikinya. Emang susah kelihatannya, tapi jangan bilang gitu dulu sebelum mencoba. Ayo, kita bisa!

"Hai orang-orang yang beriman, Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkah kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,.." (Q.S.At-Tahrim 66:8)

3. Tadabbur Al Qur'an

Jangan kebanyakan baca komik atau koran. Sesekali bahkan harus berkali-kali kita musti mentadabburi Al Qur’an. Tadabbur Al Qur'an artinya menelaah isi Al-Qur'an, lalu menghayati dan mengamalkannya. Hati itu bagaikan tanaman yang harus dirawat dan dipupuk. Nah, di antara pupuk hati adalah tadabbur Qur'an. Allah menyebutkan orang-orang yang tidak mau mentadabburi Qur'an sebagai orang yang tertutup hatinya. Artinya, kalau hati kita ingin terbuka dan bersinar, maka tadabburi Qur'an.

"Mengapa mereka tidak tadabbur (memperhatikan) Al-Qur'an, ataukah hati mereka terkunci atau tertutup." (Q.S.Muhammad 47 : 24)

4. Menjaga Kelangsungan Amal Saleh

Amal saleh adalah setiap ucapan atau perbuatan yang dicintai dan diridoi Allah swt. Apabila kita ingin memiliki hati yang bening, jagalah keberlangsungan amal saleh sekecil apapun amal tersebut.

Rasulullah saw bersabda, "Beramallah semaksimal yang kamu mampu, karena Allah tidak akan bosan sebelum kamu bosan, dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang kontinyu (terus-menerus) walaupun sedikit." (H.R. Bukhari)

5. Mengisi Waktu dengan Zikir

Zikir artinya ingat atau mengingat. Dzikrullah artinya selalu mengingat Allah. Ditinjau dari segi bentuknya, ada dua macam zikir. Pertama, zikir Lisan, artinya ingat kepada Allah dengan melafadzkan ucapan-ucapan zikir seperti Subhannallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa Ilaaha illallah, dll. Kedua, Zikir Amali, artinya zikir (ingat) kepada Allah dalam bentuk penerapan ajaran-ajaran Allah swt. dalam kehidupan. Misalnya, jujur dalam bisnis, tekun saat bekerja, dll. Hati akan bening kalau hidup selalu diisi dengan zikir lisan dan amali.

"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang." (Q.S.Al-Ahzab 33 : 41-42)

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." (Al-Baqarah 2 :152)

6. Bergaul dengan Orang-Orang Saleh

Disadari tau nggak, ingkungan akan mempengaruhi perilaku seseorang. Karena itu, kebeningan hati erat juga kaitannya dengan siapakah yang menjadi sahabat-sahabat kita. Kalau kita bersahabat sama orang yang jujur, amanah, taat pada perintah Allah, tekun bekerja, semangat dalam belajar, dan lain lain, diharapkan kita akan terkondisikan dalam atmosfir (suasana) kebaikan. Sebaliknya, kalau kita bergaul dengan orang pendendam, pembohong, pengkhianat, lalai akan ajaran-ajaran Allah, dan sebagainya, dikhawatirkan kita pun akan terseret arus kemaksiatan tersebut. Kerena itu, Allah swt mengingatkan agar kita bergaul dengan orang-orang saleh seperti dikemukakan dalam ayat berikut.

"Dan bersabarlah dirimu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka di waktu pagi dan petang, mereka mengharapkan keridoan-Nya, dan janganlah kamu palingkan kedua matamu dari mereka karena menghendaki perhiasan hidup dunia. Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya; dan adalah keadaan itu melewati batas." (Q.S. Al-Kahfi 18 : 28)

7. Berbagi Kasih dengan Fakir, Miskin, dan Yatim

Berbagi cinta dan ceria dengan saudara-saudara kita yang fakir, miskin, dan yatim merupakan cara yang sangat efektif untuk meraih kebeningan hati, sebab dengan bergaul bersama mereka kita akan merasakan penderitaan orang lain. Rasulullah saw. bersabda, "Abu Hurairah r.a. bercerita, bahwa seseorang melaporkan kepada Rasulullah saw. tentang kegersangan hati yang dialaminya. Beliau saw. menegaskan, "Bila engkau mau melunakkan (menghidupkan) hatimu, beri makanlah orang-orang miskin dan sayangi anak-anak yatim." (H.R. Ahmad).

8. Mengingat Mati

Well, ini dia kan yang dari tadi gua bahas? Modal utama manusia adalah umur. Umur merupakan bahan bakar untuk mengarungi kehidupan. Kebeningan hati berkaitan erat dengan kesadaran bahwa suatu saat bahan bakar kehidupan kita akan manipis dan akhirnya habis. Kesadaran ini akan menjadi pemacu untuk selalu membersihkan hati dari awan kemaksiatan yang menghalangi cahaya hati. Rasulullah saw. menganjurkan agar sering berziarah supaya hati kita lembut dan bening.

Anas r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Dulu, aku pernah melarang kalian berziarah ke kuburan. Namun sekarang, berziarahlah, karena ia dapat melembutkan hati, mencucurkan air mata, dan mengingatkan akan hari akhirat." (H.R.Hakim)

9. Menghadiri Majelis Ilmu

Hati itu bagaikan tanaman, ia harus dirawat dan dipupuk. Di antara pupuk hati adalah ilmu. Karena itu, menghadiri majelis ilmu akan menjadi media pensucian hati. Rasulullah saw. menyebutkan bahwa Allah swt. akan menurunkan rahmat, ketenangan dan barakah pada orang-orang yang mau menghadiri majelis ilmu dengan ikhlas. Dan, jangan ngantuk. Hhehehehee kaya gua enggak aja nih.

Tidak ada kaum yang duduk untuk mengingat Allah, kecuali malakikat akan menghampirinya, meliputinya dengan rahmat dan diturunkan ketenangan kepada mereka, dan Allah akan menyebutnya pada kumpulan (malaikat) yang ada di sisi-Nya." (H.R. Muslim)

10. Berdo'a kepada Allah swt.

Allah swt. Maha Berkuasa untuk membolak balikan hati seseorang. Karena itu sangat logis kalau kita diperintahkan untuk meminta kepada-Nya dijauhkan dari hati yang busuk dan diberi hati yang hidup dan bening. Menurut Ummu salamah r.a,. do'a yang sering dibaca Rasulullah saat meminta kebeningan hati adalah: Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinika (Wahai yang membolak-balikkan qalbu, tetapkanlah hatiku berpegang pada agama-Mu).

Perhatikan riwayat berikut :
Syahr bin Hausyab r.a. mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Ummu Salamah, "Wahai ibu orang-orang yang beriman, do'a apa yang selalu diucapkan Rasulullah saw. saat berada di sampingmu?" Ia menjawab: "Do'a yang banyak diucapkannya ialah, 'Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinika (Wahai yang membolak-balikkan qalbu, tetapkanlah qalbuku pada agama-Mu)." Ummu Salamah melanjutkan, "Aku pernah bertanya juga, "Wahai Rasulullah, alangkah seringnya engkau membaca do'a: "Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinika." Beliau menjawab: "Wahai Ummu Salamah, tidak ada seorang manusia pun kecuali qalbunya berada antara dua jari Tuhan Yang Maha Rahman. Maka siapa saja yang Dia kehendaki, Dia luruskan, dan siapa yang Dia kehendaki, Dia biarkan dalam kesesatan." (H.R.Ahmad dan Tirmidzi. Menurutnya hadits ini hasan)

Selain do'a di atas, Ibnu Abbas r.a. menceritakan bahwa ketika menginap di rumah Rasulullah saw., ia pernah mendengar beliau mengucapkan do'a berikut :

"Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya, di lidahku cahaya, di pendengaranku cahaya, di penglihatanku cahaya. Jadikan di belakangku cahaya, di hadapanku cahaya, dari atasku cahaya, dan dari bawahku cahaya. Ya Allah berikan kepadaku cahaya." (H.R.Muslim)

oke kawan, mungkin hanya segini yang bisa gua utarakan. Mudah-mudahan kita semua jadi ngerti apa dan bagaimana kita musti berbuat di dalam kehidupan ini. Gua pun masih banyak banget salah, gua di sini tidak mengajarkan, hanya mencoba cari tahu bagaimana caranya agar gua bisa lebih baik lagi dari yang sekarang ini. Mari kita sama sama berubah menuju ke arah yang lebih baik lagi. Untuk kita, keluarga, sahabat, kemudian masyarakat, dan untuk negeri kita sendiri. Amin ya Allah.

Senin, 28 Februari 2011

Gak ada bosennya kalo ngomongin Hidup


life is an adventure.

Kutipan kecil yang sempat gua hack dari iklan susu formula, namun berarti segalanya bagi gua. Well, apa sih makna hidup itu? Menurut kamusnya Ensiklopedianya Indonesia niihhh.. Kehidupan adalah fenomena atau perwujudan adanya hidup, yaitu keadaan yang membedakan organisme (makhluk hidup) dengan benda mati.

Hhahah.. sepertinya kedengeran unfamiliar di telinga gua deh. Kalu menurut versinya gua nih, hidup itu pilihan. Pasti kita semua kenal yang namanya senang, susah, gundah, gulana, kesal, tangis, tertawa, dan ekspresi kemanusiaan lainnya. Hidup itu pilihan. Hidup itu penuh dengan petualangan. Bayangin aja deh, kalo lo hidup dengan dikendalikan oleh genjutsunya Madara Uchiha yang di sebut “Mangekyo Mugen Tsukiyomi” yang notabenenya mentransplasikan genjutsu ke seluruh dunia melalui perantara bulan purnama untuk mengendalikan seluruh umat manusia di bumi melalui ilusi. Hidup serasa hampa. Gak ada tuh yang namanya harapan dan mimpi. Kalo kita hidup tanpa ada tujuan dan arah, lah, mau di bawa kemana... hubungan kitttaaaaaa... hahaha.

Tapi yang jelas, kita harusnya bangga dan bersyukur udah di kasih yang namanya kehidupan sama Allah. Nah, sadar gak sih ya.. kita selama ini hidup dengan penuh perjuangan. Perjuangan bernafas nih misalnya bagi yang punya penyakit bengek bengek kaya gua. Hahahaha. Maaf, saya tidak akan membahas masalah penyakit di sini. Maksudnya perjuangan itu, menurut versi gua.. Kita berjuang, kan untuk belajar, untuk membuat orang-orang disekeliling kita proud akan kita, (gak usah jaim deh) manusia tuh hidup di bekali dengan nafsu. Nafsu ingin dijunjung tinggi, nafsu makan, nafsu minum, nafsu kepengenan apah baek, dan sebagainya. Nah, hidup dengan membangun relationship yang baik sama manusia pun juga gua rasa bisa dikategorikan dalam perjuangan, loh. Jujur deh, siapa diantara kita yang gak pernah berantem ama orang?

Manusia itu unik. Makhluk sosial, namun gak bersosial. Kadang butuh, tapi sering melupakan. Apalagi nih ya, kalo misalnya udah mati kan ga ada tuh yang bisa nolongin dia. Cuma amal amal baiknya aja yang bisa nolongin tuh orang. Jadi, gimana sih caranya membangun hubungan yang baik antar manusia? Gua juga gak tahu banyak gimana caranya, karena gua yang bertipe Pendamai ini, kadang selalu merasa ternistakan sendiri. Hhahaha gajelas!

Hubungan ( relationship ) antar manusia itu beraneka ragam dan cukup kompleks. Seperti berbagai spesies hewan, misalnya kera, serigala, dan banyak lagi yang lainnya, kita bisa bertahan hidup melalui komunikasi dan membina hubungan dengan orang lain di dalam dan diluar lingkungan keluarga kita. Jika kita terisolasi dari orang lain, kita akan mengalami resiko kelaparan, gangguan kejiwaan dan bahkan kematian. Alasannya cukup sederhana.

Sebagian besar orang memerlukan hubungan dengan orang lain setiap harinya, karena insting alamiah untuk bertahan dan bekerja sama di dalam kelompok dan memiliki keluarga. Dengan begitu, kita menciptakan hubungan keluarga atau kelompok yang komplek, karena keinginan kita untuk bertahan hidup. Kita sering berdebat, berargumen, dan kadang kala berselisih dengan teman-teman dan keluarga, karena ketegangan emosional yang bisa terbentuk jika kita tidak memahami bagaimana cara mengungkapkan pendapat atau pikiran dengan cara yang benar.

Intinya sih, mari kita sama-sama membangun relationship yang harmonis antar teman, sodara, keluarga, dan semuanya lah. Hhahaha kok jadi malah ngomongin ini sih?

Buat yang keadaan ekonominya dibilang cukup kaya nih, kaya gua, hahahaha, yang bisa mencari nafkah sendiri, belum kuliah, atau kuliah dengan biaya sendiri, tanpa bantuan atau sedikit bantuan material dari orang tua, kalian gak usah minder. Harusnya kalian bangga atas perjuangan yang udah kalian lakukan sampai saat ini. Bangga dong, gua tau akhirnya susahnya manusia hidup mencari nafkah, ya walaupun hanya untuk sekedar jajan dipinggir jalan (mall maksudnya. Hhahaha), atau buat ngebiayayain kuliah yang makin kepepet sama umur, bangga dong bisa bantuin sedikit untuk ngasih ke orang tua kita, bangga dong bisa ngasih sedekah sama orang yang lebih membutuhkan dari kita, mmm... bangga dong kita bisa bertahan di era liberalis yang biasanya ditemukan di lingkungan kerja.

Bagi yang gak tau, mari gua jelaskan. Ya mungkin, mudah-mudahan, ini terjadi hanya di perusahaan yang saya geluti kemarin. Perusahaan yang masih menganut asas Apartheid antara si cantik dengan si buruk rupa, atau antara si Pendatang dengan Pribumi. Yah, boleh dikatakan sistem diskriminasi, lah. Tapi ya sudahlah, MALAS gua ngebeberkannya. Surem.
Intinya sekarang, back to Faith. Kembali kepada Allah -sebagaimana yang tampak didalam bayang-bayang al-Qur’an- memiliki satu bentuk dan satu jalan. Kalau tidak begitu, kerusakanlah yang akan terjadi dimuka bumi, kesengsaraan bagi manusia, terbenam kedalam lumpur dan kejahiliyahan yang menyembah nafsu selain Allah.

Ingat, hidup itu pilihan. Hidup itu Perjuangan. Dan Hidup itu adalah Petualangan. Mari kita sama-sama songsong kehidupan menuju ke arah yang lebih baik lagi, mulai dari detik ini. Insya Allah.

Sabtu, 01 Januari 2011

setelah sekian lama, AKHIRNYA..

Nice..

Awalan yang bagus. Setelah sekian lama gua bersabar, dengan usaha gua sendiri, apa-apa sendiri, dan semuanyaaaaaa sendiri, COLLEGE. I'LL COLLEGE.
Hhahahaha sabar, bung. Belum mulai sih, tapi dana yang di canangkan pun insya Allah udah ada. Memang, gua kuliah gak akan seperti temen-temen yang laen deh, kaya di PTN atau PTS yang okeh okeeehhh, but what's your problem? Terserah kalo kalian mau bicara apa. Zoalnya waktu gua berencana memulai jenjang ini dan ketauan sama temen temen gua, apa yang mereka katakan?

"Men, ayolah? BeSI? Gasalahlo?"
"Masih ada kan yang lain?"
"Ujian aja masih bisa remed. Kalo tempat gua mah di ulang semester depan, cuy!"

Ahahahaha, sadis juga ucapan temen temen gua. Abis mau gimana lagi, bro.. duit gua pas pasan nih, gaseperti kalian yang bokapnya punya duit segudang. hha.
Doain aja ya kawan semoga usaha gua yang satu ini berhasil. Gua gak akan lupa janji gua kalo gua udah kuliah, gua bakalan traktir kalian makan baso. hha..

Senin, 01 November 2010

L. O. V. E.

Ada banyak cerita yang gua lewati dengan sebuah kata ini. Mulai dari yang enak, sampai yang benar benar menistakan, semua ada di satu kata ini. Cinta. Rasanya tentram dan damai jika gua mulai mencoba mengingat kenangan indah waktu zaman sekolah dulu, tepatnya sejak gua duduk di bangku kelas satu smk.

Waktu itu gua bertemu dia (yang nantinya gua sebut “Hermione”) tengah duduk di bangku angkot 16B villa. Wajahnya yang rupawan seakan ngingetin gua pada indahnya ciptaan makhluk Allah swt. Hahahahah. Waktu gua ngeliat dia, dia pun melihat juga. Sang princess amat polos dengan menggenakan jilbab putih panjangnya. Dan sejak saat itu, gua benar-benar falling in love sampai saat ini.

Berikut ada sepenggal kisah, tepatnya saat-saat gua falling in love sama si hermione. Ada sedikit kreatif dramatisasi di dalamnya, tapi ceritanya bakal menarik deh. Hahahaaha.

Sabtu malam, 15 Maret 2008..

Malam ini, lebih kurang tepat pukul 23.00, niatnya gua bakal nelfon hermione Gua telah bertekad, untuk berani mengatakan hal yang sebenarnya, meskipun dia seorang jilbaber. Anak rohis pula.
Gua gugup. Bandan gua gemeteran. Panas juga. Wahahahahah cupaw. Saat ini tepat pukul 21.30. gua bingung mau bicara apa dengan hermione nanti. Belum ada rencana sama sekali. Dan sebenarnya, mata gua juga udah beler, dan berkali-kali pula gua menguap. Well, gua tidur.
00. 45 WIB, dan udah hari minggu. (mau tau kisah selanjutnya? Ikuti terus cerita di bawah ini)

Mata gua beler. Sempet tidur juga, men. Lalu, atas izin Allah, gua bangun mendengar deringan ponsel jadul gua yang lagi di charger. Tak begitu jelas, berapa lama gua tertidur, dan gua lihat jam, ternyata pukul 23.25 WIB. Segera gua lirik ponsel motorola gua yang hampir mirip deodoran, ada 11 baris missed call yang bertuliskan Hermione. Waduh, jadi gakenak.

Dan dengan cekatan, jari jemari gua memencet keypad, dan mencari nama princess di kontak. Dan.. tuuuuttt.. tuuuuuuuutttt... tuuuuuuuttttt... (nyambung).

“ assalamu’alaikum”, sapa gua belagak sopan sambil tengantuk-ngantuk setengah sadar.
“alaikum salam”, jawab dia gugup.
“Hermione?” tanya gua.
“ya.”
Gua gugup. Gugup banget. Hingga gua langsung berkata, “Kamu duluan aja deh. Biar endingnya enak. Soalnya endingnya enakan masalah saya deh.”
“hah?! Udah, kamu aja duluan. Kan, kamu yang telfon.”
“enggak, ah. Gak enak. Hermione aja duluan..”

Setelah melakukan perdebatan singkat yang bener-bener nguras pulsa, sang Hermione akhirnya melanjutkan ceritanya.

“waktu itu sempet tanya do’a abis tasyahud akhir, kan? Saya udah tau jawabannya, nih..” sambutnya manis.
“oooohhh.. mmm, emang ya? Hahahaha. Lupa. Ya udah”
‘Sebenernya kan gak ngomongin doa, nih. Gua mau ngomongin yang lain, sayang...’ pikir gua dalam hati.
“mau, nggak?” tanya sang princess dengan nada sedikit galak.
“eh, mau. Gampang laaahhh. Tapi, bukan itu yang sebenarnya mau saya omongin. Saya mau bicara yang lain.”
“ooohh... ya udah.”

Gua mencabut chargeran ponsel, dan segera pergi ke luar kamar, agar sinyalnya kuat.

“gimana, agak jelasan kan suaranya”
“ya. Alhamdulillah mendingan.”
Segera gua menarik nafas dalam-dalam, memberanikan diri untuk mengeluarkan suara.
“afwan, ya. Emang ada masalah apa?” tiba tiba dia langsung bertanya blak-blakan langsung.
“eh, gini, udah pernah baca buku karya haekal siregar, belum?” jawab gua terbata-bata.
“belum. Buku apaan? Novel?”
“bukan..”

Gua terdiam. Sejenak berfikir dan menarik nafas panjang kembali untuk yang ke-sekian kalinya.

“emang kenapa, sih?” tanyanya polos.
Gua diem lagi. Cuppppaaaawwwww.
“maaf, ya. ‘Rasa’ itu muncul lagi.” Jelas gua mantabh.
“oooh.”
‘Cuma “oohh.”?’ Pikir gua melas.
“saya benar-benar suka, dan jatuh cinta sama kamu, Hermione. Maaf. Saya belum bisa melupakan kamu.”
Sang Hermione pun terdiam. “ ya, udah. Ini memang udah diprediksikan sama temen saya. Eh, terjadi beneran, ya?”
Gua bingung. “dan, saya harus bagaimana sekarang?” badan gua pun jadi gemeteran. Wkwkwkwkwk
“ saya memang salah. Maaf. Saya tau kamu gak pernah mau pacaran. Saya juga gak ada niat untuk pacaran dengan seorang jilbaber. (tapi kalo lo mau ya gapapapa. Haahhaha.) Saya suka kamu sejak dulu. Dan, perasaan itu tak akan pernah hilang sampai kapan pun, bagaimana pun caranya.”
“mmm... emangnya rasa itu gak pernah bisa hilang, ya? saya emang pernah merasakan rasa itu. Vmj. Virus merah jambu. Dan, emang sulit banget.”
“hah? Sama siapa?” tanya gua kaget. ‘ gua kali ya? Hahahahaha ngarep’
“ada deh..” jawabnya sambil nyengir.
“lalu?”
“apanya?”
“ya, saya musti bagaimana sekarang?” jawab gua lantang.
“ saya gak tau.” Jawabnya ngeselin.

Gau diem. Sedih lah digituin. Ya sudahlah.

“maaf. Kamu kenapa, mat? Kok diem?”
“saya, benar benar... suka sama kamu, Hermione. Saya gak enak sama kamu yang notabenenya seorang rohis. Emang gak pantes kali sama saya, ya?”
“aduuuhh.. saya juga gak tau harus bilang apa.” Katanya bingung.
“sekarang gini, deh.. gimana kalo kamu ada di posisi saya sekarang?”
“saya gak tau. Maaf” jawabnya memelas. “tapi, emang apa hubungannya dengan buku haekal siregar?”
“buku haekal siregar itu, judulnya ‘Nikah Dini, Kereeeeenn..!!’”
“hah????!!!!!” sang Hermione bener-bener syok. “apaan? Nikah? Maksudnya?”
Gua diem. Lalu kembali bicara, “ kejadian yang dialami haekal mirip banget sama kejadian yang menimpa kita.”
“dan akhirnya si haekal nikah? Gitu?” tanyanya lantang.
“ya iya.”

Hermione terlihat bingung. Namun, seperti wanita cerdas yang lain, dia langsung merespon kalimat-kalimat yang gua ucapkan tadi. “gini ya, saya juga punya temen, akhwat. Dia waktu masa masa sma juga sama kaya gini nih, saling suka – menyukai. Akhwat ini suka sama ikhwannya, sang ikhwan juga demikian.”
‘what?????’ bagai di guncang ombak, badai, lautan, menggelora, mandayung-dayung, melenyeh-lenyeh, sumpah melting abis gua waktu denger dia ngemeng begitu. Apa dia juga suka sama hua? Jiiiiiiiihhhaaaaaaaa....

“Then..” tanya gua ingin tau.
“Terus, mereka sepakat untuk saling menjaga izzah masing-masing. Gak saling memalukan diri satu sama lain seperti pacaran, dan sebagainya. Dia gak saling berkomunikasi hingga lulus, tetapi dengan perasaan yang tidak pernah berubah satu sama lain. Dan atas izin Allah, pada saat dewasa, mereka dipertemukan kembali di bahtera rumah tangga.”

Gua bener-bener malu pas dengar cerita itu. Dan terdiam.

“jadi, rahmat gak perlu sedih atau kecewa. Saya Cuma gak mau nambah nambahin masalah kamu, dan juga masalah saya.”

Gua terdiam.
Hermione pun terdiam.
Kami terdiam sesaat. (buang buang pulsa. OOOOOORAAANG KHAAAYAAAAA)

“rahmat jangan sediiihh...” seru dia ngagetin.
Hah heh hoh? Hahahahah tau aja lo
“maaf udah bikin kamu bingung. Sebenarnya saya juga gak mau begini. Saya yang salah.”
“afwan, gak ada yang patut dipersalahkan di sini. Percaya sama saya.”
“But...”
“saya ingin kita sahabatan dulu. Dan menghilangkan pikiran pikiran seperti pacaran, daN yang lainnya.”
“ ya tapi, saya gak bisa. Saya benar benar suka sama kamu. Dan setelah kamu tau, kalau berkali kali saya menyatakan cinta, dan untuk yang kesekian kalinya,, sekarang, apa kamu gak risih sama saya untuk bersahabat dengan saya?”
“siapa yang risih? Rahmat kali yang risih.”

Eh, iya ya. Emang gua yang kerasa risihan mulu.

“so, kita gak komunikasi dulu, jadinya..” gua agak sedih pas ngomong begini nih.
“yaaa... iya kali. Gak tau juga.” Jawabnya.

Aah, titik terang semakin menjauh dari kehidupan gua nih

“ya, udah. Mungkin saya emang ga bisa jadi teman ‘terbaik’ kamu.” Seru gua melas.
“iiiihh.. emang siapa yang bilanggitu? Emang saya bilang rahmat bukan teman terbaik saya?”
“enggak”
“terus kenapa berkesimpulan begitu? Denger ya.. udah saya bilang berkali kali, baru kali ini saya punya temen cowok, sampai hubungannnya kaya gini. Rahmat, benar benar temen cowok terbaik saya.”
Giaaaahahahahahahaaaa.
“tapi, katanya..”
“iiiihhh, rahmat bener bener bikin saya kesel tau!”
Waduh, repot dah
“ya udah, saya akan mencoba untuk melupakan smua yang terjadi di malam ini, dan mencoba untuk menjadi seorang teman aja.”
“caranya....?”

Gua terdiam. Mikir, brooo. Bingung gua, dan gua pun pasrah, “ya, mungkin dengan gak berkomunikasi lagi.”
Hermione terdiam, gua pun terdiam. Kami berdua terdiam.

“maksudnya putus silaturahmi?” celetuknya memecah kesunyian sesaat.
Ah, masa putus silaturahmi? Tapi, kalau itu yang diinginkan dia, apa boleh buat..
“yaa... iya.”

Dia terdiam. Dan terdengar suara sesugukan kecil, Hermione menangis kecil. Hermione nangis. Hermione nangis demi gua. Gua seneng, atau sedih, nih?

“saya gak mau kehilangan teman satu orang pun!!” suaranya terdengar serak karena menahan tangis.
Dan gua terdiam.
“dari sd, saya udah sering kehilangan teman, dan sekarang.. temen saya yang satu satunya cowok, mau ninggalin gitu aja? Setelah membawa begitu banyak masalah di rohis, dan di kehidupan saya juga. Gitu? Saya gak pernah berharap ini semua terjadi..”
“trus, gimana?”
“bisa gak sih, mecahin masalah ini tanpa memutuskan tali silaturahmi? Kamu kan cowok, seharusnya kamu bisa menyelesaikan masalah.”
Mampus gua
“saya juga gak pernah mau mutusin tali silaturahmi. Tapi, kalo gak begini, perasaan ini gak akan pernah berubah.”
“ya ga harus di ubah juga kali.”
Gua asli bingung. “ya jadi gimana dong?”
“ya kamu harus mencoba sahabatan sama saya aja dulu. Gak harus mutusin tali silaturahmi juga kan? Biasa aja deh..”

Gua mikir. Bisa aja gua begitu. Tapi imej gua di mata dia kan udah ancur, meeennnn.. mau di taro di mana muka gua?

“iya deh, akan saya coba.”
“BOHONG..”
“apanya?” tanya gua bingung.
“tanpa mutusin tali silaturahmi? Emang bisa?”
“Lah, gimana toh? Tadi kan kamu sendiri yang minta begitu. Akan saya coba mulai dari detik ini.”
Sang Hermione diam, gua pun terdiam. Kami berdua terdiam.
“kamu benar gak marah sama saya, kan?” tanya gua hati hati.
“ya enggak lah. Ini semua bukan salah kita, ini semua salah virus merah jambu. Seandainya kita semua sadar, bahwa makna cinta yang sesungguhnya adalah cinta pada Allah dan Rasul-Nya..”
“ya, saya cinta Allah, cinta nabi Muhammad SAW juga. Saya gak salah kan cinta sama kamu juga..?? emang gak boleh?” sambung gua pele.
“ya, gak apa apa. Namun, belum saatnya. Kita belum dewasa, dan saya masih perlu menata diri, dan menata hati. Saya harus menjaga izzah saya.”

Ya ampun.. how clever she is..

“Oke, gimana saran saya?” serunya tangguh. “bisa di terima? Eh, kok malah saya sih yang kasih saran? Saya kan masih muda. Harusnya kamu yang kasih saran ke saya...”
“eh, emang kamu lahir tahun berapa?” tanya gua heran.
“hihihi.. saya belum 17 tahun..”

Dan, bla bla bla bla bla bla bla... Percakapan malam itu kami lanjutkan dengan percakapan ringan mengenai masalah organisasi, ketua rohis gua yang kena demam vmj juga, dan lain lain.
hingga akhirnya...

“ya, sudah. Sekarang sudah malam. Gak enak juga sama ayah kamu. Tadi yang angkat telfon dia, kan?” lanjut gua.
“gak tau tuh. Iya kali.”
“ya.. saya pun berharap kita berdua bisa menjadi sahabat, dan berjuang menghilangkan vmj ini..”
“yup, insya allah berhasil.” Katanya manis.
“insya allah.” Jawabku lantang. “wassalamu’alaikum..”
“wa’alaikum salam..”

Demikian kutipan kronologi hidup gua pada saat gua tengah di landa indah dan tololnya cinta. Cinta itu buta. Cinta membutakan segalanya. Hati, pikiran, perbuatan.. banyak hal yang seharusnya gak dilakukan, tetapi dilakukan dengan berdalih “Demi Cinta”.

Apa makna cinta sebenarnya?

Cinta memang bikin kita meringis dan menangis. Cinta mampu membuat hati berbunga-bunga. Tapi, juga sekaligus menciptakan hati yang “terpotong-potong” bagaikan kue tar.
Indah.

Itu adalah salah satu kata tentang cinta. Ya, cinta memang bagai pisau bermata dua. Dengan kata lain, cinta emang mampu membuat hati kita bahagia, namun gak jarang juga bisa jadi sumber penyakit yang bisa bikin hati kita hancur.

Itulah Cinta.



“Aku tak tahu apakah pesonanya yang memikat atau mungkin akalku yang tidak lagi di tempat.” (Cinta Kita Beda!! Pro-U Media)